”YESUS MENGETAHUI KEBUTUHAN MEREKA”
(Markus 8 : 1 – 3)
Minggu, 08 Jan 2012

LATAR BELAKANG

Menurut bapak-bapak Gereja bahwa penulis Injil Markus adalah Markus sendiri. Hal itu tidak perlu diragukan atau dipermasalahkan. Waktu penulisannya adalah antara tahun 30-75 M. Akan tetapi, tentang waktu penulisannya, banyak yang berpendapat di antara tahun 65-67 M. Injil Markus adalah yang tertua (terdahulu) dari pada ketiga Injil lainnya. Injil ini ditujukan pada mereka (mayoritas) bukan Yahudi, tapi juga secara khusus untuk orang Roma. Adapun yang memperoleh tekanan dalam Injil Markus adalah tentang pemberitaan Tuhan Yesus Kristus, Anak Allah. Injil yang dimengerti sebagai kabar baik atau berita kesukaan disampaikan kepada manusia dan dunia ini, supaya mereka percaya pada Tuhan Yesus. Markus bersaksi dan memberitakan tentang kemenangan Allah melalui Yesus Kristus atas kuasa jahat dalam dunia ini. Markus dipakai oleh Tuhan sebagai alat-Nya dan memberitakan karya dan kehidupan Yesus Kristus. Oleh sebab itu, pada minggu epifani yang pertama ini, kita diajak untuk menghayati dan mengimani karya penyelamatan Allah bagi manusia dan dunia ini.

 
PEMBAHASAN PERIKOP

Makan itu merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Tuhan Yesus pun tahu bagaimana orang banyak dengan jumlah empat ribu orang, yang berhari-hari mengikuti-Nya, berada dalam situasi dan kondisi yang fisiknya lemah. Mereka berasal dari tempat yang dekat dan tempat jauh-jauh. Akan tetapi mereka suka mendengar pengajaran Tuhan Yesus sampai tiga hari lamanya. Waktu tiga hari itu bukanlah sebentar. Dapat Saudara bayangkan, bagaimana tekun, sabar dan penuh semangatnya orang banyak, ketika mereka berjumpa dan mendengar pengajaran Tuhan.
Berita tentang Yesus memberi makan empat ribu orang disaksikan oleh Markus dan Matius (Matius 15:32-39). Menurut Injil Markus, bahwa dalam keadaan lapar dan lemah, tidak mungkin Tuhan menyuruh mereka pulang, sebab bisa rebah di jalan. Injil Matius pun menegaskan bahwa perkataan rebah di jalan artinya pingsan. Ia tidak mau membiarkan mereka menderita begitu rupa. Dengan demikian, maka tergeraklah hati-Nya oleh karena belas kasihan pada mereka yang lapar dan butuh makan. Kata tergerak hati-Nya oleh sebab belas kasihan, patut digaris bawahi, Allah itu kasih dan karena kasih-Nya, Ia datang ke dalam dunia. Tuhan Yesus tergerak hati-Nya, sebab tidak mau melihat atau membiarkan kelaparan dan penderitaan terjadi di bumi ini. Sampai sekarang pun Tuhan tetap tergerak hati-Nya melihat penderitaan dan kelaparan yang terjadi di mana-mana. Akan tetapi, apakah umat-Nya peka dan prihatin atas keadaan yang demikian, lalu hatinya tergerak untuk melakukan langkah konkrit guna menjawab dan memenuhi kebutuhan mereka?
Orang percaya yang lemah dan menderita pun punya peluang yang sama seperti empat ribu orang itu, untuk dapat menghampiri dan memohon pertolongan-Nya. Kasih karunia dan kemurahan Tuhan pasti diberikan kepada kita yang sungguh-sungguh mengikuti dan percaya pada-Nya.

 

BAHAN DISKUSI

1. Ketika Saudara membaca perikop di atas, ada nilai rohani apa (bagaimana) yang Saudara peroleh?

2. Mengikut Tuhan itu adalah dalam suka maupun duka, sehingga kita patut bersukacita senantiasa. Apa maknanya, jika kita hubungkan dengan bacaan di atas?

3. Bagaimana cara Gereja atau Jemaat untuk membantu orang yang lemah dan menderita?

(Sabda Guna Krida)




Arsip Penelaahan Alkitab

29 Mar 2015
”Doa Dan Penyerahan Diri”

22 Mar 2015
”Teladan Sebagai Hamba”

15 Mar 2015
”Merendahkan Diri Di Hadapan Allah”

08 Mar 2015
”Mataku Tetap Terarah Pada Tuhan”

01 Mar 2015
”Syafaat Yang Membawa Manfaat”

22 Feb 2015
”Mimpi Buruk Haman”

15 Feb 2015
”Percayalah Kepada Tuhan”

08 Feb 2015
”Risiko Pelayanan”

01 Feb 2015
”Beriman Dalam Kerendahan”

25 Jan 2015
”Pemimpin Yang Berkarakter”


Arsip Penelaahan Alkitab...


JADWAL IBADAH MINGGU
Minggu, 29 Mar 2015
PUKUL 06:00
Pelayan Firman
Pdt.Ny.Ch. Rohrohmana - Lekahena
Majelis
Sektor II
Pemusik
Ny. Tetty Pohan-Siregar & Ny. Audry Hatumena - Pesiwarissa
Pemandu Lagu
Kantoria PS Pelkat PKP 'Monika' (Bpk. John Lumonon)
PS/VG/Solo
PS Pelkat PKP 'Monika' Sektor Pelayanan III

PUKUL 08:00
Pelayan Firman
Pdt. Marinus R.T. Mainaky (KMJ GPIB Effatha)
Majelis
Sektor III
Pemusik
Ny. Tetty Pohan-Siregar & Ny. Audry Hatumena - Pesiwarissa
Pemandu Lagu
Kantoria PS Pelkat PKB (Ny. Fanny Siahaya)
PS/VG/Solo
PS Pelkat PKB

PUKUL 17:00
Pelayan Firman
Pdt. Juliana Tetelepta (PJ GPIB Effatha)
Majelis
Sektor IV
Pemusik
Ny. Nancy Polii - Parera & Ny. Ann Zuszn Binafsihi - Balthazar
Pemandu Lagu
Kantoria PS Sektor Pelayanan VI (Pnt. Ny. Anny F. Noya - Papilaya)
PS/VG/Solo
PS Sektor Pelayanan VI

PUKUL 19:00
Pelayan Firman
Pdt. Ny. Elmy Rikumahu - T (PJ GPIB Effatha)
Majelis
Sektor V
Pemusik
Ny. Nancy Polii - Parera & Ny. Ann Zuszn Binafsihi - Balthazar
Pemandu Lagu
Kantoria PS Pelkat PKP (Ny. Lies Mailoa)
PS/VG/Solo
PS Pelkat PKP

KAPEL CIDODOL PUKUL 08:00
Pelayan Firman
Majelis
Sektor VI
Pemusik
Pemandu Lagu
PS/VG/Solo





Minggu, 29 Mar 2015
“Persembahan Persepuluhan”
Persembahan persepuluhan (wajib) adalah ajaran Alkitab. Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) telah menetapkan bahwa salah satu sumber pendapatan gereja adalah persembahan persepuluhan (Tata Gereja GPIB Peraturan No. 6 pasal 6). selengkapnya

Arsip Renungan...