TETAP BERSUKACITA dalam PERGUMULAN HIDUP
Habakuk 3: 14-19
Rabu, 13 Mei 2009


PEMAHAMAN PERIKOP & APLIKASI

Mari kita perhatikan saat doa kita, ketika kita mempunyai kesempatan untuk secara khusus berdoa, apa yang mendorong kita untuk berdoa? Hampir sebagian besar yang mendorong manusia untuk berdoa adalah karena ia sedang bergumul, ada dalam keadaan takut, kuatir dan cemas. Semakin lama doa menjadi pengulangan tentang pergumulan kita dan kita menjadi orang yang sangat egois di hadapan Tuhan. Doa kita justru bisa membuat kita semakin tidak percaya ketika apa yang kita tuntut dari Tuhan, tetapi jawaban Tuhan jauh berbeda dengan tuntutan kita. Bukankah kitapun harus memahami bahwa saat doa adalah saat dimana kita sedang belajar dan bertumbuh dengan Tuhan, saat di mana Tuhan sedang mendidik kita untuk berani mempercayaiNya. Berani mempercayaiNya berarti dengan ketekunan dan kesabaran menanti jawaban Tuhan, siap menerima jawaban sesuai dengan kehendakNya dan mau dewasa dengan jawaban yang Tuhan berikan.

 
Perikop yang akan ditelaah ini adalah bagian dari doa Habakuk. Ia tidak hanya sekedar berdoa, tetapi di dalam doanya ia mau dididik oleh Allah, ia menyadari besarnya kedaulatan Allah yang tidak dapat dibatasi oleh kuasa apapun, karenanya ia mengungkapkan kedahsyatan kedaulatan Allah lewat doanya yang berbentuk puisi. Jangan paksa Allah bertindak, Allah akan bertindak. Kedahsyatan kekuatan Allah menjadi jaminan bahwa tidak ada tindakan di dunia ini yang dapat menahan kekuasaan Allah. Allah dengan kuasaNya akan membereskan ketidakadilan dan kefasikan. Jika orang benar dianiaya oleh kefasikan, Allah tidak akan diam. Jika yang masih terlihat seolah-olah Allah membiarkan, tetapi pasti Allah akan mengalahkan setiap kefasikan yang terjadi.

Jika semula Habakuk merasa kecewa karena Allah lambat bertindak, tetapi kemudian ia memahami tindakan Allah adalah pasti. Habakuk menemukan kebahagiaan justru dalam jaminan yang Allah nyatakan kepadaNya bahwa Allah akan bertindak. Jaminan ini menjadi kekuatan untuk tetap hidup benar dan hidup dalam pengharapan.

Doa Habakuk ditutup dengan suatu komitmen yang jelas akan percayanya. Pergumulan hidup telah membawa Habakuk sampai pada komitmen yang merupakan konsekuensi logis dari pengenalannya akan Tuhan yang semakin bertumbuh. Hal ini terlihat, ketika ia memulai pergumulannya dengan Tuhan, ia masih penuh dengan tuntutan dan sikap yang belum bisa menerima cara kerja Tuhan. Ia terus bergumul dan kemudian semakin mengerti apa yang sesungguhnya menjadi jawaban Tuhan atas pergumulannya, ia berubah. Doanya menjadi: "Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, (ayat 17), di tengah-tengah situasi berat tetapi Habakuk tetap mengatakan "namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. Allah, Tuhanku itu kekuatanku: . . ." (ayat 18-19).

Habakuk mau memperlihatkan bahwa kesulitan hidup jangan membentuk orang benar justru menjadi fasik, pergumulan jangan menghentikan kita untuk memuji Allah. Beriman kepada Tuhan jangan dengan tuntutan sehingga orang benar tidak dapat bertumbuh, tetapi tanpa syarat sehingga semakin kuat dalam pergumulan.


PERTANYAAN-PERTANYAAN UNTUK DIDISKUSIKAN

1. Apa yang dapat kita pelajari dari cara beriman Habakuk?

2. Apa yang dapat kita pelajari dari doa Habakuk?

3. Mengapa Habakuk bersukacita padahal ia sedang bergumul?

4. Apakah kita dapat melakukan seperti yang dilakukan Habakuk, bersukacita dalam pergumulan kita?

5. Jika pertanyaan 3 adalah sulit untuk dilakukan, mengapa?




Arsip Penelaahan Alkitab

30 Ags 2015
”Manfaat Firman Tuhan”

23 Ags 2015
”Serahkan Kuatirmu”

16 Ags 2015
”Tuhan Bebaskan Tawanan”

09 Ags 2015
”Supaya Kita Memuji Kemuliaan-Nya”

02 Ags 2015
”Tuhan Maha Penolong”

26 Jul 2015
”Jalan Yang Menuju Kehidupan”

19 Jul 2015
”Kuasa Allah Tak Terkalahkan”

12 Jul 2015
”Permisi”

05 Jul 2015
”Mengejar Kebenaran Dan Kasih”

28 Jun 2015
”Menderita Karena Injil”


Arsip Penelaahan Alkitab...


JADWAL IBADAH MINGGU
Minggu, 30 Ags 2015
PUKUL 06:00
Pelayan Firman
Pdt. Juliana Tetelepta (PJ GPIB Effatha)
Majelis
Sektor
Pemusik
Dkn. Reinnese S. Polii & Ny. Lisa Sembiring
Pemandu Lagu
Nn. Joanne Balthazar
PS/VG/Solo
VG Pelangi Kasih Sektor Pelayanan IV

PUKUL 08:00
Pelayan Firman
Pdt. Juliana Tetelepta (PJ GPIB Effatha)
Majelis
Sektor
Pemusik
Dkn. Reinnese S. Polii & Ny. Lisa Sembiring
Pemandu Lagu
PS Pelkat PKP 'Priskila' Sektor Pelayanan VI (Ny. Fanny Siahaya - Joseph)
PS/VG/Solo
PS Pelkat PKP 'Priskila'

PUKUL 17:00
Pelayan Firman
Pdt. Marinus R.Th. Mainaky (KMJ GPIB Effatha)
Majelis
Sektor
Pemusik
Ny. Stella Likumahwa & Ny. Ani Hutagalung
Pemandu Lagu
Pelkat PKB 'Paulus' Sektor V (Bpk. John Lumunon)
PS/VG/Solo
Pelkat PKB 'Paulus' Sektor V

PUKUL 19:00
Pelayan Firman
Pdt. Marinus R.T. Mainaky (KMJ GPIB Effatha)
Majelis
Sektor
Pemusik
Ny. Stella Likumahwa & Ny. Ani Hutagalung
Pemandu Lagu
PS Pelkat PKP 'Monika' Sektor III (Ny. Fanny Siahaya - Joseph)
PS/VG/Solo
PS Pelkat PKP 'Monika' Sektor III

KAPEL CIDODOL PUKUL 08:00
Pelayan Firman
Majelis
Sektor VI
Pemusik
Pemandu Lagu
PS/VG/Solo





Minggu, 23 Ags 2015
“Sedikit Yang Terpilih & Tuhanlah Yang Memilih”

Melayani Tuhan adalah sesuatu yang istimewa.

“Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih." (Matius 22:14)

“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” (Yohanes 15:16) selengkapnya

Arsip Renungan...